Senin, 28 November 2011

Chemic

“ Konfigurasi elektron “

Konfigurasi elektron adalah suatu cara penyusunan elektron dalam suatu atom.
Menggambarkan susunan elektron-elektron pada orbital-orbital dalam atom.

Konfigurasi elektron berlandaskan beberapa peraturan, antara lain :

1. Aturan Auf Bau
Elektron secara bertahap menempati orbital dimulai dari yang berenergi paling rendah. Setelah orbital berenergi rendah terisi penuh, elektron menempati orbital yang energinya satu tingkat lebih tinggi, dan seterusnya sampai semua elekton dalam atom menempati orbitalnya.

Diagram Auf Bau

Contoh : Konfigurasi elektron atom N yang memiliki 7 elektron
7N : 1s2 2s2 2p3 (dibaca: satu es dua, dua es dua, dua pe tiga, dst.)

2. Asas larangan Pauli
Dalam suatu sistem, baik atom atau molekul, tidak terdapat dua elektron yang mempunyai keempat bilangan kuantum yang sama.

3. Kaidah Hund
Masing-masing orbital harus terisi sebuah elektron. Setelah orbital penuh, baru dilakukan pemasangan.

Minggu, 27 November 2011

Biology

ISTILAH SISTEM GERAK 

 

  • ISTILAH SISTEM GERAK
A
Abduksi : gerak anggota tubuh menjauhi sumbu tubuh
Adduksi : gerak anggota tubuh mendekati sumbu tubuh
Aktin : protein kontraktil berupa filament tipis yang terdapat di dalam miofibril (serabut otot), protein kontraktil aktin dan myosin jika menyatu membentuk Aktomiosin menyebabkan myofibril berkontraksi.
Amfiartrosis : merupakan hubungan antar tulang yang dihubungkan oleh jaringan kartilago (tulang rawan hialin)
Ankilosis : merupakan bergabungnya tulang-tulang / bagian lain yang keras dan membentuk satu tulang / bagian yang keras sehingga persendian sulit digerakkan
Artikulasi : hubungan antara tulang yang satu dan tulang yang lain
Arthritis : radang sendi
Atrofi otot : penyusutan atau pengecilan otot yang disebabkan oleh serangan virus polio.
B
Burase : kantong kecil berisis cairan pada persendian
D
Diartrosis : hubungan antar tulang tidak dihubungkan oleh tulang rawan / jaringan ikat tetapi oleh struktur tertentu yang memungkinkan dua tulang yang berhubungan dapat bergerak bebas.membentuk sendi engsel,putar , peluru , pelana , geser.
Dislokasi : peregangan / pergeseran persendian pada tulang sering disebut kesleo
E
Ekstensi : meluruskan lengan setelah terjadi flexi , ini terjadi karena trisep kontraksi
Ektensibilitas : kemampuan otot untuk memanjang dan lebih panjang dari ukuran semula
Elastisitas : kemampuan otot untuk kembali pada ukuran semula
F
Falang : tulang jari , falanges (jamak) : ada 14 ruas
Femur : tulang paha
Fibula : tulang betis
Fisura : keretakan pada tulang akibat benturan yang keras
Fraktur : keadaan patah pada tulang
G
Gerak antagonis : gerak yang terjadi apabila otot pendukungnya bekerja saling berlawanan , Supinasi><>
Gerak sinergis : gerak yang tejadi apabila otot-otot pendukungnya bekerja saling mendukung.
H
Humerus : tulang lengan atas
I
Insersio : merupakan tendon yang melekat pada tulang yang bergerak ketika otot berkontraksi.lawan Origo
K
Kalkaneus : tulang tumit
Kanalikuli : saluran – saluran antarosteosit yang berparan dalam suplai makanan / penghubung pada saluran kecil pada tulang spons
Karpal : tulang pergelangan tangan dihubungkan sendi pelana
Kartilago : tulang muda /tulang rawan tersusun atas banyak chondrosit dibentuk oleh chondroblast
Kifosis : kelainan karena ruas-ruas tulang belakang tertarik atau melengkung ke belakang sehingga jadi Bongkok lawam Lordosis yang kepalanya keatas melihat Lord(tuhan)
Klavikula : tulang selangka
Koksi : tulang ekor
Kondrosit : sel-sel tulang rawan
Kontraksibilitas : kemampuan otot untuk memendek dan lebih pendek dari ukuran semula, hal ini teriadi jika otot sedang melakukan kegiatan.
Kram : mengejangnya otot karena digunakan pada saat yang kurang tepat, misalnya kurang pemanasan sebelum berolahraga
L
Lamela : osteosit juga terletak di dalam lacuna, tersusun dalam lapisan konsentris.
Ligamen : pita jaringan fibrosa yang kuat, yang menghubungkan dua atau beberapa tulang yang dapat bergerak, umumnya terdapat pada daerah persendian untuk mencegah pergeseran sendi.
Lordosis : kelainan karena ruas-ruas tulang belakang tertarik atau melengkung kedepan
Lumbar : tulang pinggang
M
Membran fibrosa : lapisan luar yang membangun suatu persendian diartrosis
Membran sinovial : lapisan dalam yang membangun suatu persendian diartrosis
Metatarsal : tulang telapak kaki
Miofibril : merupakan bulatan-bulatan kecil pada potongan melintang mengandung 1500 FM,3000 FA yang merupakan molekul protein polimer besar untuk kontraksi otot
Memiliki 2 filamen:
- Filamen Tebal yang dibentuk oleh miosin
- Filamen Tipis yang dibentuK oleh aktin, tropomiosin & troponin
Miosin : filamen tebal yang terdapat di dalam miofibril
O
Origo : tempat melekatnya tendon otot pada tulang yang tidak dapat bergerak ketika otot berkontraksi
Osifikasi : proses perubahan kartilago menjadi tulang keras melalui sel-sel pembentuk tulang yang disebut osteoblas (penulangan)
Osteoartritis : kelainan tulang yang disebabkan oleh kelebihan beban pada sendi seperti sendi bahu, sendi lutut dan pada tulang punggung.
Osteoblas : sel-sel yang akan menghasilkan atau menjadi tulang
Osteoklas : sel besar berinti banyak
Osteoporosis : keadaan tulang menjadi rapuh dan kropos akibat kekurangan kalsium , pada wanita lebih sering karena terjadinya menstruasi dan kehamilan sehingga banyak Ca untuk pemebntukan fibrin , dan pembentukan tulang anaknyal
Osteosit : sel tulang dewasa yang berkembang dari osteoblas
Otot abduktor : otot yang menyebabkan gerak abduksi (gerak anggota tubuh mendekati sumbu tubuh)
Otot adduktor : otot yang menyebabkan gerak adduksi (gerak anggota tubuh mendekati sumbu tubuh)
Otot antagonis: dua otot atau lebih yang tujuan kerjanya berlawanan
Otot depresor : otot yang menyebabkan gerak depresi
Otot ekstensor : otot yang menyebabkan gerak ekstensi (melekuknya bagian tubuh)
Otot elevator : otot yang menyebabkan gerak elevasi
Otot fleksor : otot yang menyebabkan gerak fleksi (menekuknya bagian tubuh)
Otot jantung : berinti banyak, serabut lurik bercabang, & bekerja diluar kesadaran.
Otot lurik : berinti banyak, bentuknya silindris lurik tidak bercabang, & bekerja sadar
Otot polos : berinti 1, berbentuk gelondong, & bekerja diluar kesadaran
Otot pronator : otot yang menyebabkan gerak pronasi (gerak telapak tangan mendukup)
Otot sinergis : dua otot atau lebih yang bekerja bersama – sama dengan tujuan yang sama.
Otot rotator : otot yang menyebabkan gerak supinasi (gerak telapak tangan membuka)
p
Pektoral : gelang bahu
Pelvis : gelang panggul
Polio : merupakan radang pada subsyansi kelabu sumsum tulang belakang yang disebabkan oleh virus polio.
Poriosteum : membaran yang berfungsi melindungi tulang keras dan menyediakan tempat perlekatan bagi tendon dan ligament.
Pronasi : gerak telapak tangan mendukup
R
Radius : tulang pengumpil
Rangka aksikal : tulang-tulang yang membentuk sumbu tubuh (tuilang belakang dan tengkorak) lawannya Apendikular ( anggota gerak - tungkai depan tangan dan belakang kaki)
Rakitis : kelainan yang berhubungan dengan pertumbuhan tulang yang tidak wajar pada anak-anak yang terjadi karena kekurangan vitamin D dan kalsium / kekurangan memeproleh sinar ultraviolet sewaktu proses pembentukan tulang.
Retikulum Sarkoplasmik : Sarkoplasma yang terdapat pada retikulum endoplasma yang terdapat dalam serat otot

Rheumatoid artritis : membrane sinovial yang membatasi sendi menjadi memerah dan kartilago pada sendi menjadi rusak.
S
Sakrum : tulang kelangkang
Sarkolema : membran sel dari selaput otot.Terdiri dari membran sel yang disebut membran plasma & sebuah lapisan luar yang terdiri dari 1 lapisan tipis mengandung kolagen
Sarkoplasma : Miofibril-miofibril terpendam dalam serat otot di dalam suatu matriks
Sendi engsel : sendi yang menggerakkan tulang kesatu arah
Sendi geser : sendi yang menggerakkan tulang dengan arah yang berbeda / saling bergeser
Sendi luncur : sendi yang memiliki bentuk seperti peluru
Sendi pelana : sendi yang menggerakkan tulang kedua arah
Sendi peluru : sendi yang menggerakkan tulang kesegala arah
Sendi putar : sendi yang menggerakkan tulang memutari tulang yang lain/ sumbu sendi
Serviks : tulang leher
Sinartrosi : sendi mati
Sinergis : otot-otot yang kontraksinya menimbulkan gerak searah.
Sinfibrosis : kedua ujung tulang dihubungkan dengan jaringan ikat fibrosis yang pada akhirnya mengalami penulangan dan tidak memungkinkan adanya gerak.
Sinkondrosis : antara tulang dihubungkan melalui tulang rawan sehingga memungkinkan sedikit gerak akibat elastisitas tulang rawan.
Skapula : tulang belikat
Skoliosis : kelainan karena ruas-ruas tulang belakang tertarik atau melengkung ke kanan atau ke kiri
Sumsum tulang : substansi lunak di dalam tulang, sumsum merah yang berada di dalam tulang spons, bertugas membentuk sel-sel darah merah, sumsum kuning tersusun atas lemak
Supertrofi : membesarnya otot karena terlalu sering dilatih, biasanya dijumpai pada orang yang sering   berolahraga atau bekerja keras
Supinasi : gerak telapak tangan membuka
Sternum : tulang rusuk yang menempel pada tulang dada
Sutura : delapan tulang yang menyusun kranium membentuk hubungan antara tulang-tulang yang sangat rapat pada sendi
T
Tetanus : otot yang berkontraksi (tegang) terus menerus yang disebabkan oleh racun bakteri Clostridium tetani
Tarsal : tulang pergelangan tulang kaki
Tibia : tulang kering
Toraks : tulang punggung
Tulang : sebagai penompang dan pemberi bentuk tubuh, sebagai alat gerak pasif, sebagai pelindung organ-organ vital, sebagai tempat pembentukan sel-sel darah dan sebagai tempat cadangan mineral.
Tulang keras : tulang yang meyusun rangka tubuh
Tulang pendek : tulang yang berbentuk pendek, bulat / menyerupai kubus.
Tulang pipih : tulang yang berbentuk pipih dan tersusun atas dua lapis tulang kompak yang dipisahkan oleh tulang spons.
Tulang tidak beraturan : tulang yang bentuknya tidak beraturan
Tulang rawan elastin : tulang yang terdapat pada daun telinga, epiglottis, saluran eustachio, laring.
Tulang rawan fibrosa : tulang yang terdapat pada persendian tulang belakang dan pada simfisis pubis.
Tulang rawan hialin : tulang yang terdapat pada hidung, trakea, bronkus, laring, ujung tulang rusuk, persendian.
Tulang sesamoid : tulang kecil yang dianggap memiliki bentuk seperti biji wijen.
Tulang tengkorak : tulang yang berfunsi melindungi otak dan organ-organ indra serta memberi bentuk pada wajah
U
Ulna : tulang hasta 
  • GERAKAN OTOT PADA SENDI ( ANTAGONIS )
  1. Bergeser : Berupa pergeseran antara tulang, contohnya gerakan pada sendi-sendi di antara tulang-tulang carpalia dan tarsalia, terjadi pada sendi geser.
  2. Extensi : Berupa gerakan pelurusan sendi. Extensi bisa terjadi pada sendi engsel, contohnya extensi sendi lutut
  3. Flexi : Berupa gerakan pembengkokan sendi. Flexi terjadi pada sendi engsel, contohnya flexi sendi jari-jari. Sedangkan flexi-extensi pada pergelangan tangan merupakan gerakan sendi ellipsoidal
  4. Abduksi : Berupa gerakan yang menjauhi sumbu tubuh. Terjadi pada sendi peluru, contohnya mengangkat lengan ke samping, atau gerakan ibu jari menjauhi telunjuk oleh sendi pelana di antara metacarpal 1 dan os. Carpal (trapezium)
  5. Adduksi : Berupa gerakan yang mendekati sumbu tubuh, gerakan ini berlawanan dengan gerakan abduksi
  6. Rotasi : Berupa gerakan berputar, terjadi pada sendi putar. Misalnya atlas (cervix 1) berputar terhadap processus odontoideus dari axis (cervix 2) sewaktu menggelengkan kepala.
  7. Circumduksi : Berupa gerakan dimana ujung distal satu tulang membentuk 1 lingkaran, sedangkan ujung proksimalnya tetap. Contohnya gerakan memutar lengan 1 lingkaran mengitari sendi bahu, terjadi pada sendi peluru dengan arah gerakan 3 poros
  8. Pronasi : Gerakan memutar lengan bawah untuk membalikkan telapak tangan, sehingga telapak tangan menghadap ke bawah bila lengan bawah ditaru diatas meja
  9. Supinasi : Gerakan berlawanan dengan pronasi
  10. Protaksi : Gerakan mendorong mendibula ke luar
  11. Retraksi : Gerakan menarik mandibula ke dalam

Jumat, 11 November 2011

Matematika 

Statistika





Pelajaran Statistika di tingkat SMA meliputi mean, modus, median, jangkauan, simpangan, dan ragam

1. Rumus Rataan Hitung (Mean)
Rata-rata hitung dihitung dengan cara membagi jumlah nilai data dengan banyaknya data. Rata-rata hitung bisa juga disebut mean.

a) Rumus Rataan Hitung dari Data Tunggal

b) Rumus Rataan Hitung Untuk Data yang Disajikan Dalam Distribusi Frekuensi


Dengan : fixi = frekuensi untuk nilai xi yang bersesuaian
xi = data ke-i

c) Rumus Rataan Hitung Gabungan


2. Rumus Modus

a. Data yang belum dikelompokkan

Modus dari data yang belum dikelompokkan adalah ukuran yang memiliki frekuensi tertinggi. Modus dilambangkan mo.
b. Data yang telah dikelompokkan

Rumus Modus dari data yang telah dikelompokkan dihitung dengan rumus:


Dengan : Mo = Modus
L = Tepi bawah kelas yang memiliki frekuensi tertinggi (kelas modus) i = Interval kelas
b1 = Frekuensi kelas modus dikurangi frekuensi kelas interval terdekat sebelumnya
b2 = frekuensi kelas modus dikurangi frekuensi kelas interval terdekat sesudahnya

3. Rumus Median (Nilai Tengah)


a) Data yang belum dikelompokkan

Untuk mencari median, data harus dikelompokan terlebih dahulu dari yang terkecil sampai yang terbesar.

b) Data yang Dikelompokkan



Dengan : Qj = Kuartil ke-j
j = 1, 2, 3
i = Interval kelas
Lj = Tepi bawah kelas Qj
fk = Frekuensi kumulatif sebelum kelas Qj
f = Frekuensi kelas Qj
n = Banyak data

4. Rumus Jangkauan ( J )

Selisih antara nilai data terbesar dengan nilai data terkecil.


5. Rumus Simpangan Quartil (Qd)

6. Rumus Simpangan baku ( S )

7. Rumus Simpangan rata – rata (SR)

8. Rumus Ragam (R)


Contoh soal statistika

Tabel 1.1 dibawah ini:


Jawab :




Rabu, 09 November 2011

English 

 ACTIVE and PASSIVE VOICE

Kalimat aktif (active voice) adalah kalimat dimana subject-nya melakukan pekerjaan, sebaliknya, kalimat pasif (passive voice) adalah kalimat dimana subject-nya dikenai pekerjaan oleh object kalimat. Active voice lebih sering digunakan dalam kehidupan sehari-hari dibandingkan dengan passive voice. Namun demikian, sering kita temukan passive voice di surat-surat kabar, artikel-artikel di majalah-majalah dan tulisan-tulisan ilmiah. Passive voice digunakan karena object dari active voice merupakan informasi yang lebih penting dibandingkan dengan subject-nya.

Contoh :
  • Active : We fertilize the soil every 6 months
  • Passive: The soil is fertilized by us every 6 months
Dari contoh ini dapat kita lihat bahwa:
  1. Object dari active voice (the soil) menjadi subject dari passive voice
  2. Subject dari active voice (we) menjadi object dari passive voice. Perhatikan pula bahwa terjadi perubahan dari subject pronoun ‘we’ menjadi object pronoun ‘us’.
  3. Verb1 (fertilize) pada active voice menjadi verb3 (fertilized) pada passive voice.
  4. Ditambahkannya be ‘is’ di depan verb3. Be yang digunakan adalah tergantung pada subject passive voice dan tenses yang digunakan. (Perhatikan pola-pola passive voice di bawah).
  5. Ditambahkannya kata ‘by’ di belakang verb3. Namun, jika object dari passive voice dianggap tidak penting atau tidak diketahui, maka object biasanya tidak dikemukakan dan begitu pula kata ‘by’.
  6. Khusus untuk kalimat-kalimat progressive (present, past, past perfect, future, past future, dan past future perfect continuous, perlu menambahkan ‘being’ di depan verb3). Kalau tidak ditambahkan “being”, tensisnya akan berubah, bukan progressive/continuous lagi. Perhatikan contoh-contoh pada poin h – o di bawah.
Berdasarkan keenam poin di atas maka passive voice mengikuti pola sebagai berikut:
Subject + be + Verb3 + by + Object + modifier

Pola active dan passive voice pada tiap tensis

a. Jika active voice dalam simple present tense, maka ‘be’ passive voice-nya adalah is, am atau are.
Contoh:
  • Active    : He meets them everyday.
  • Passive  : They are met by him everyday.
  • Active    : She waters this plant every two days.
  • Passive  : This plant is watered by her every two days.
b. Jika active voice dalam simple past tense, maka ‘be’ passive voice-nya adalah was atau were
Contoh:
  • Active    : He met them yesterday
  • Passive  : They were met by him yesterday
  • Active    : She watered this plant this morning
  • Passive  : This plant was watered by her this morning
c. Jika active voice dalam present perfect tense, maka ‘be’ passive voice-nya adalah been yang diletakkan setelah auxiliary has atau have, sehingga menjadi ‘has been’ atau ‘have been’
Contoh:
  • Active    : He has met them
  • Passive  : They have been met by him
  • Active    : She has watered this plant for 5 minutes.
  • Passive  : This plant has been watered by her for 5 minutes.

d. Jika active voice dalam past perfect tense, maka ‘be’ passive voice-nya adalah been yang diletakkan setelah auxiliary had, sehingga menjadi had been
Contoh:
  • Active    : He had met them before I came.
  • Passive  : They had been met by him before I came.
  • Active    : She had watered this plant for 5 minutes when I got here
  • Passive  : This plant had been watered by her for 5 minutes when I got here
e. Jika active voice dalam simple future tense, maka ‘be’ passive voice-nya adalah be
Contoh:
  • Active    : He will meet them tomorrow.
  • Passive  : They will be met by him tomorrow.
  • Active    : She will water this plant this afternoon.
  • Passive  : This plant will be watered by her this afternoon.
  • Active    : The farmers are going to harvest the crops next week
  • Passive  : The crops are going to be harvested by the farmers next week.
f. Jika active voice dalam future perfect tense, maka ‘be’ passive voice-nya adalah been yang diletakkan setelah auxiliary will have, sehingga menjadi ‘will have been’
Contoh:
  • Active    : He will have met them before I get there tomorrow.
  • Passive  : They will have been met by him before I get there tomorrow.
  • Active   : She will have watered this plant before I get here this afternoon.
  • Passive  : This plant will have been watered by her before I get here this afternoon.
g. Jika active voice dalam past future perfect tense, maka ‘be’ passive voice-nya adalah been yang diletakkan setelah auxiliary would have, sehingga menjadi ‘would have been’.
Contoh:
  • Active    : He would have met them.
  • Passive  : They would have been met by him.
  • Active    : She would have watered this plant.
  • Passive  : This plant would have been watered by her.
h. Jika active voice dalam present continuous tense, maka ‘be’ passive voice-nya adalah (is, am atau are) + being.
Contoh:
  • Active    : He is meeting them now.
  • Passive  : They are being met by him now.
  • Active    : She is watering this plant now.
  • Passive  : This plant is being watered by her now.

i. Jika active voice dalam past continuous tense, maka ‘be’ passive voice-nya adalah (was atau were) + being.
Contoh:
  • Active    : He was meeting them.
  • Passive  : They were being met by him.
  • Active    : She was watering this plant.
  • Passive  : This plant was being watered by her.
j. Jika active voice dalam perfect continuous tense, maka ‘be’ passive voice-nya adalah (has/have) been + being.
Contoh:
  • Active    : He has been meeting them.
  • Passive  : They have been being met by him.
  • Active    : She has been watering this plant.
  • Passive  : This plant has been being watered by her.
k. Jika active voice dalam past perfect continuous tense, maka ‘be’ passive voice-nya adalah had been + being.
Contoh:
  • Active    : He had been meeting them.
  • Passive  : They had been being met by him.
  • Active    : She had been watering this plant.
  • Passive  : This plant had been being watered by her.
l. Jika active voice dalam future continuous tense, maka ‘be’ passive voice-nya adalah will be + being.
Contoh:
  • Active    : He will be meeting them.
  • Passive  : They will be being met by him.
  • Active    : She will be watering this plant.
  • Passive  : This plant will be being watered by her.
m. Jika active voice dalam past future continuous tense, maka ‘be’ passive voice-nya adalah would be + being.
Contoh:
  • Active    : He would be meeting them.
  • Passive  : They would be being met by him.
  • Active    : She would be watering this plant.
  • Passive   : This plant would be being watered by her.
n. Jika active voice dalam future perfect continuous tense, maka ‘be’ passive voice-nya adalah will have been + being.
Contoh:
  • Active    : He will have been meeting them.
  • Passive  : They will have been being met by him.
  • Active    : She will have been watering this plant.
  • Passive  : This plant will have been being watered by her.
o. Jika active voice dalam past future perfect continuous tense, maka ‘be’ passive voice-nya adalah would have been + being.
Contoh:
  • Active    : He would be meeting them.
  • Passive  : They would be being met by him.
  • Active    : She would be watering this plant.
  • Passive  : This plant would be being watered by her.
Contoh-contoh yang lain:
  1. Koko’s nose is bleeding. He was punched by his friend right on his nose. (Hidung Koko sedang berdarah. Dia dipukul oleh temannya tepat di hidungnya).
  2. The Indonesian football team was beaten by the Saudi Arabian team. (Team sepakbola Indonesia dikalahkan oleh team arab Saudi).
  3. These plants were watered by my sister a few minutes ago. (Tanaman-tanaman ini disirami oleh adikku beberapa menit yang lalu).
  4. There is no meal left. All has been devoured by Yeyes. (Tidak ada makan yang tersisa. Semuanya telah dilahap habis oleh Yeyes).
  5. English is studied by all high school students. (Bahasa Inggris dipelajari oleh semua murid sekolah menengah lanjutan (SMP dan SMA).
That’s all.